Banyak orang berpikir bahwa rasa rumah datang dari ukuran atau desain bangunan. Padahal, sering kali perasaan itu justru lahir dari detail kecil yang kita temui setiap hari.
Misalnya, rak dengan beberapa buku favorit yang selalu berada di tempat yang sama. Setiap kali melewatinya, ada perasaan akrab yang sulit dijelaskan, seolah rumah menyapa dengan caranya sendiri.
Benda-benda yang kita gunakan setiap hari, seperti cangkir kesayangan atau taplak meja dengan motif tertentu, juga memberi warna tersendiri. Tanpa disadari, benda ini menjadi bagian dari rutinitas yang menenangkan.
Tidak perlu menunggu rumah benar-benar rapi untuk merasa nyaman. Kadang, justru sudut kecil dengan sedikit ketidaksempurnaan terasa paling jujur dan hangat.
Dengan memperhatikan detail kecil ini, rumah perlahan berubah menjadi ruang yang selalu ingin kita datangi kembali.
